Tuesday, August 2, 2016

Resep Nugget Serbaguna

Bismillah

Kali ini saya mau share resep andalan untuk frozen foodnya anak-anak. Aslinya sih ini resep ekkado, yang dulu saya dapet dari sini. Tapi ternyataa saya gak sesabar itu ngebungkusin adonan pake kembang tahu. Ada yang kembang tahunya robek, ada yg malah putus pas diiket pake benang kasur, ada yang melenyot...ah sudahlah. Akhirnya saya tuang aja itu adonan semua ke loyang, saya kukus, terus ditepungin ala ala nugget. Tak disangka tak dinyana, Pak Suami dan anak-anak cocok sama rasa dan teksturnya, plus gampang dimodifikasi dengan cara diganti (atau ditambah) proteinnya, dikasih sayuran, keju, dll. Yo wes, sejak saat itu inilah adonan andalan saya kalo udah menyangkut frozen food untuk bekal sekolah anak-anak atau makanan darurat untuk ayahnya sahur.


Rolade ayam rumput laut dan siomay rumput laut yang saya tampilkan fotonya disini cuma salah satu dari sekian variasi yang bisa dibuat dengan adonan ini. Rolade bisa langsung dimakan sebagai lauk setelah dipanaskan, atau bisa juga dicemplungkan kedalam sup sebagai pelengkap gizi. Siomay bisa langsung dimakan setelah dikukus. Variasi lain misalnya : Siomay ayam udang (sebagian ayam diganti dengan udang cincang dan jamur shiitake cincang), nugget salmon keju (ayam diganti dengan salmon dan keju), chicken or fish patties (dipipihkan dan dipanggang di penggorengan untuk dijadikan isian burger), bakso (dibulatkan lalu direbus), dan lain-lain.

Jangan lupa sebelum dikukus, cek dulu rasanya dengan cara menggoreng sejumput adonan, lalu dicicipi. Kalo udah pas rasanya, baru deh diolah sesuai keinginan. Selamat mencoba =)

 Berikut resepnya yaa..

Adonan Frozen Food Serbaguna
(Modifikasi dari: Ekkado Ala Rina Rinso)

Bahan:
400 gr fillet paha ayam (bisa diganti udang, salmon, dll)
2 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt saus tiram
1/2 sdt garam
3 sdm tepung tapioka
1 sdt minyak wijen (optional)
1/4 sdt lada bubuk
1 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdt kecap ikan
Kaldu bubuk sesuai selera (optional)

Cara Membuat:
  1. Rajang dan tumis bawang merah dan bawang putih dengan sedikit minyak.
  2. Haluskan daging ayam dan semua bumbu dengan food processor hingga tercampur rata dan menjadi adonan halus seperti pasta.
  3. Cek rasanya dengan cara menggoreng sejumput adonan lalu cicipi.
  4. Jika rasa sudah pas, bisa diolah sesuai selera (dikukus, direbus, dll)
continue reading Resep Nugget Serbaguna

Tuesday, May 31, 2016

Chicken, Mushroom, and Potato with Garlic Parmesan Cream Sauce

Bismillah


Kemarin coba masak ini untuk makan malem dan ternyata enaaak. Pertama liat resepnya di Pinterest, seperti biasa saya tergoda sama penampilannya yang kayaknya creamy banget dan lengkap ada kentangnya juga, jadi gak perlu repot bikin side dish. Sebenernya, di resep asli sayuran yang dipake adalah bayam, tapi saya ganti dengan jamur supaya bisa diangetin untuk sarapan besok paginya. Untuk penggunaan herbs kering, saya pakai daun thyme dan basil segar karena kebetulan saya punya tanamannya di halaman. Lumayan jadi gak perlu beli, hehe. Soalnya suka sayang, beli satu pack tapi dipakenya sedikit. 

Resep asli bisa diliat di blognya Damn Delicious yaah,. 





Chicken, Mushroom, and Potato with Garlic Parmesan Cream Sauce 

Bahan:
6 potong fillet paha atas ayam dengan kulit
1 sdt italian seasoning (saya pakai bubuk oregano kering)
Garam dan lada hitam
3 sdm butter tawar (saya pakai butter asin)
3 cup bayam, cincang kasar (saya pakai jamur champignon yang dipotong-potong)
500 gr kentang, potong-potong (saya pakai kentang rendang, belah dua, lalu rebus sebentar)
2 sdm parsley segar cincang saya skip)

Bahan Garlic Parmesan Cream Sauce:
1/4 cup butter tawar (saya pakai butter asin)
4 siung bawang bawang putih, cincang halus
2 sdm tepung terigu
1 cup kaldu ayam (saya pakai air biasa, ditambah kaldu bubuk secukupnya)
1 sdt daun thyme kering (saya pakai daun thyme segar)
1/2 sdt daun basil kering (saya pakai daun basil segar, cincang)
1/2 cup half and half (saya pakai susu UHT plain)
1/2 cup keju parmesan parut
Garam dan lada hitam sesuai selera

Cara Memasak:
  1. Panaskan oven sekitar 200 derajat celcius. Siapkan pinggan tahan panas 22x30cm, olesi dengan sedikit minyak.
  2. Balur ayam dengan italian seasoning, garam, dan lada.
  3. Lelehkan 2 sdm butter di penggorengan anti lengket. Letakkan ayam, bagian berkulit dibawah, dan masak kedua sisinya sampai kecoklatan. Sisihkan.
  4. Lelehkan 1 sdm butter di penggorengan. Tumis bayam (saya pakai jamur champignon) hingga matang. Sisihkan.
  5. Untuk membuat garlic parmesan cream sauce, lelehkan butter di penggorengan, masukkan bawang putih, tumis hingga harum. Masukkan tepung terigu, aduk kira-kira 1 menit hingga agak kecoklatan.
  6. Masukkan air kaldu secara bertahap, lalu masukkan daun thyme dan basil, Aduk hingga tercampur rata dan tidak terdapat gumpalan. Masukkan Half-and-half (saya pakai susu UHT plain) dan parutan keju parmesan, aduk kira-kira 1-2 menit hingga agak mengental. Jika telalu kental bisa ditambahkan susu atau air. Beri garam dan lada hitam sesuai selera. Cicipi dan koreksi rasa.
  7. Susun ayam, kentang, dan jamur di pinggan yang sudah disiapkan, siram dengan cream sauce. (saya: kentang dan jamur saya susun di pinngan, siram cream sauce. Letakkan ayam diatasnya.)
  8. Panggang hingga ayam matang sempurna.

continue reading Chicken, Mushroom, and Potato with Garlic Parmesan Cream Sauce

Tuesday, May 24, 2016

Cerita Sophia dan Princess yang Gak Ngedot

Bismillah

Baru-baru ini ketahuan, ternyata gigi depan Sophia mulai agak gripis dan ada kariesnya. Sebenernya ini sama dengan kasus si Mas yang giginya udah gripis duluan sejak umur setahunan gara-gara minum susu pake dot dan gak mau sikat gigi. Untung anaknya kemudian mau sikat gigi sebelum giginya habis semua, jadi alhamdulillah sampai sekarang umur 5 tahun masih ada lah itu gigi walaupun setengah hati hahaha...

Sebelum ini udah beberapa kali saya sounding ke si Mbak untuk berhenti ngedot dan beralih minum susu  pake sedotan langsung dari kotak susu UHT. Tapi ya gitu deh, selain anaknya mungkin masih belum ngerti kalo dibilangin, sayanya juga kurang gigih dan konsisten nerapinnya. Tapi beda dengan kemarin saat saya liat mulai ada gripis di giginya, saya bertekad pokoknya kali ini harus berhasil nyapih si Mbak dari dotnya.

Jurus pun dilancarkan, saya ngomong panjang lebar kalo minum susu dari dot terus nanti giginya habis, dan bla bla bla lainnya tapi si anak cuek-cuek aja melengos malah main. Sampe akhirnya saya bilang, "Mbak, kalo princess ga ada lho yang giginya bolong. Rapunzel sama Elsa kan gak ngedot, makanya giginya gak gripis.". Gak disangka, kayaknya yang ini cukup mengena di dia. Ekspresinya kayak mikir gitu, terus bilang, "Kalo gitu mimik susunya pake kotak aja Ma". Daaaaan, gak disangka anaknya konsisten, sejak saat itu kalo mau tidur cuma dipeluk-peluk aja. Proses menyapih pun selesai hanya dalam dua hari.. Yeaaay, alhamdulillah gak pake drama, gak pake ribet. 

Good job, Mbak.
continue reading Cerita Sophia dan Princess yang Gak Ngedot

Monday, May 16, 2016

Drama Khitan si Mas

Bismillah

Awal April kemarin, si Mas akhirnya dikhitan (horeeeeee!). Aslinya sih, saya gak kepikiran tentang perkhitanan ini, walaupun saya udah beberapa kali juga baca tentang khitan anak dan emang disarankan untuk dilakukan saat anak masih relatif kecil untuk meminimalkan risiko terkena infeksi saluran kencing (ISK). Maklum, saya tiga bersaudara yang semuanya perempuan dan gak pernah tahu tentang hal-hal kayak gini.

Awal mula timbul niat khitan ini sebenernya karena adek sepupunya anak-anak yang berumur 1 tahun dicurigai ISK dan disarankan untuk dikhitan. Waktu itu saya pikir sekalian aja deh si Mas ikutan, karena buat apa juga ditunda-tunda, toh cepat atau lambat juga harus dikhitan. Daaaan ditambah lagi si Mas ini anaknya emang suka dramatis kalo lagi sakit atau luka, jadi kalo nanti dia lihat adeknya kesakitan karena khitan, di kemudian hari pasti bakalan susah dia dibujuk untuk dikhitan.

Walaupun ternyata hasil tes lab menyatakan si adek sepupu gak mengidap ISK, tapi niat terlanjur ada dan saya juga udah bilang sama si Mas kalo mau khitan. Yang saya bilang ke dia, nanti kemaluannya dibersihin sama pak dokter biar lebih sehat. Akan berdarah dan sakit sedikit. Saat itu si mas iya-iya aja dan malah semangat. Saya juga tenang-tenang aja karena gak begitu paham dikhitan itu prosesnya kayak apa. Yang paling stres ya Uti sama Aju-nya (akung-nya), karena udah pengalaman jaman dahulu kala mengkhitan anak-anaknya dengan metode yang...yah, bisa dibilang bikin trauma bukan cuma buat yang dikhitan, tapi juga buat orang tuanya. Walhasil, para eyang udah sibuk nyiapin segala hadiah dan sogokan buat duo kakak beradik sepupu yang mau khitan ini. Makin semangatlah anaknya buat dikhitan. Belum tau aja dia mau diapain, hahaha...

Singkat cerita, tibalah hari yang ditunggu-tunggu sama si Mas. Setelah browsing di internet, kami akhirnya memutuskan untuk khitan di Rumah Sunatan cabang Jati Asih dengan metode smart klamp. Katanya siiiih, ini metode terbaru yang aman, lebih gak sakit, penyembuhannya cepat, dan anak bisa langsung beraktifitas. 

Sampai di klinik, kami daftar dan tunggu panggilan. Si Mas tenang-tenang aja, saya juga tenang, malah sempet foto studio pake kostum "Pangeran Sunat" (Beneran dikasih nama "Pangeran Sunat" lho sama mbak-mbaknya :)). Saat akhirnya masuk ke ruang tindakan, baru deh saya ikutan tegang. Untungnya si dokter cukup pinter berinteraksi sama anak-anak dan si Mas langsung dikasih Ipad untuk dimainin. Maksudnya sih untuk ngalihin perhatian supaya si anak gak nengok-nengok ke bagian bawah badannya pas lagi "dikerjain".

Alhamdulillah proses khitan berjalan lancar, si Mas biasa aja karena sibuk main Ipad dan gak ngeh lagi diapain. Saya yang ngerekam prosesnya justru malah jadi panas dingin, mual, dan gemeteran sampe harus pegangan. Iya, sampe kayak gitu. Norak ya, hahaha... Ampun deh, untung saya dulu tahu diri gak ambil kedokteran (emang otaknya gak nyampe juga sih).

Setelahnya, selama beberapa saat pengaruh bius belum hilang, anaknya langsung bisa jalan dan masih bisa ketawa-ketiwi karena belum ngerasa sakit. Dirumah pas mau pipis sebelum tidur siang, baru deh dia ngeliat kemaluannya yg dipasangin tabung. Langsung aja anaknya nangis histeris sejadi-jadinya.

Daaaan drama pun dimulai.....

Sejak saat itu si mas maunya cuma tiduran aja sambil pasang muka sendu nan melankolis. Tiap mau pipis atau mandi pasti nangis, kalo jalan pun pelan-pelan dengan kecepatan 20 meter per jam. Padahal sih, kalo ditanya sakit apa enggak, jawabnya gak sakit. Lebaaay deh pokoknya, padahal si adek sepupu udah manjat-manjat lari-larian sejak hari pertama. Saya bukannya kasian malah jadi pingin ketawa, tapi gak tega juga kalo ketawa di depan anaknya, soalnya si Mas lumayan gengsian (nah lho nurun siapa tuh). Lima hari kemudian kami balik ke klinik khitan untuk ngelepas tabung. Setelahnya sih udah gak terlalu drama lagi, sampai akhirnya pada hari ketujuh si Mas udah gak menunjukkan tanda-tanda kesakitan atau gak nyaman lagi. 

Legaaaaaa banget rasanya udah nge-khitan si mas, lepas satu deh PR emak-emak yang punya anak laki-laki. Nanti kalo adek cowok yang di perut (insya Allah) lahir, niatnya mau saya khitan pas umur 3 bulan aja supaya gak ribet dan gak drama, si anak juga belum bisa guling-guling, plus kalo cranky tinggal sumpelin pake nenen. Well, itu bayangan saya aja sih, kemungkinan besar emang gak segampang itu, haha... 
continue reading Drama Khitan si Mas

Friday, April 15, 2016

Fudgy Brownies

Bismillah

Anak sulung saya, Ziya, baru setahun ini mau makan. Sebelumnya, sejak mulai pertama makan di usia 6 bulan, jarang banget makanan bisa masuk. Kalau liat sendok langsung melengos, liat mamanya bawa piring langsung lari. Kadang seharian sama sekali gak ada makanan padat masuk, maunya minum susuuu aja. Sering saya coba ngurangin susunya supaya dia ngerasa lapar dan mau makan, tapi ternyata gagal karena tetep aja anaknya gak mau pas disodorin makanan. Keadaan ini berlangsung terus sampai Ziya masuk Taman Bermain di usia 3 tahun. Dari awalnya saya frustasi sampai akhirnya pasrah gak tau mau gimana lagi.

Sekarang sih anaknya udah mau makan dan gak terlalu pilih-pilih kecuali soal sayuran. Ngemilnya juga lumayan kuat, makanya saya harus selalu sedia cemilan dan kue-kue di rumah. Nah brownies ini adalah salah satu cemilan favorit Ziya dan adeknya, Sophia. Pertama kali saya nemu resepnya adalah karena anak-anak minta dibikinin cheese cake brownies, tapi saya lagi males banget pergi ke toko bahan kue untuk beli cream cheese-nya. Walhasil saya putuskan untuk browsing resep ke blog-blog favorit saya dan nemu resep super fudgy brownies ini di blog Catatan Nina. Dari penjelasan dan deskripsinya sih brownies ini menggoda banget karena diklaim super nyoklat dan fudgy.. akhirnya saya coba, daaan semua sukaaa. Klaim bahwa brownies ini fudgy dan super nyoklat terbukti. Buatnya pun gak susah, cepet, dan bahannya gampang didapat di supermarket atau mini market deket rumah. 



Ini resepnya yah...

Super Fudgy Brownies
(dari blog Catatan Nina)

Bahan: 
250 gr DCC cincang 
120 gr butter 
130 gr tepung terigu all purpose 
20 gr coklat bubuk 
1 sdt baking powder 
3 butir telur ukuran besar 
250 gr gula kastor 
kenari cincang secukupnya (saya skip)

Cara Membuat: 
  1. Siapkan loyang (saya memakai ukuran 22x22x4 cm), poles dengan margarin, alasi dengan kertas roti, lebihkan di seluruh sisi-sisinya, oles kembali 
  2. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk dan baking powder, sisihkan 
  3. Lelehkan butter bersama DCC hingga larut dan licin, angkat dari api, masukkan gula kastor, kocok dengan mixer speed rendah hingga tercampur rata (bisa juga dengan menggunakan whisker), masukkan telur kocok kembali sejenak 
  4. Masukkan campuran terigu, aduk balik hingga rata 
  5. Tuang adonan ke dalam loyang, taburi dengan kenari cincang, panggang selama kurang lebih 50-60 menit hingga matang ( apabila test tusuk sudah bersih dan hanya sedikit butiran yang menempel). Permukaannya akan terbentuk shiny crust khas brownies panggang. 
  6. Keluarkan dari oven, diamkan hingga dingin baru dikeluarkan dari loyang dengan cara mengangkat kertas roti. Setelah benar-benar dingin, bisa dipotong sesusai selera.
Kemarin, sebelum dipanggang saya taburi kepingan coklat easymelt, aduk, lalu baru dipanggang. Ekstra nyoklaaattt.. Pastiin jangan overbake yah, supaya bagian dalemnya tetep fudgy dan gak kering :)
continue reading Fudgy Brownies

Akhirnyaaaa...

Bismillah

Udah lama ternyata gak posting, terakhir tahun lalu pas lagi anget-angetnya baru bikin blog, haha... Tapi ternyata kangen juga ya pingin cerita ini itu. Sebenernya ada alasan kenapa saya lama libur posting, yakni.... Alhamdulillah saya dan suami dikasih kepercayaan (lagi) sama Allah untuk mengandung anak ketiga kami. 

Hamil kali ini agak beda dengan hamil-hamil sebelumnya. Mungkin karena faktor umur, saya lebih banyak mual dan lemes. Padahal kalo diinget, dulu waktu hamil anak pertama saya malah ambil kuliah profesi yang kuliahnya seharian sampe malem, ditambah ngerjain tugas yang bertubi-tubi, bolak-balik ke kelas di lantai 2 dan 3, plus nyetir mobil bekasi-salemba sampe mendekati (deket banget) sama HPL. Gak ada tuh yg namanya maternity leave, daripada mesti ikut susulan kaaaann... Setelah melahirkan (dengan prosedur operasi caesar) pun udah masuk kuliah lagi di minggu ketiga. Gak tau juga sih ini sebenernya emang kuat atau kepaksa kuat karena keadaan, hahaha.. Tapi hamil anak kedua juga relatif aman dan nyaman karena jarang mual, paling cuma ngantuk aja. Intensitas kuliah (waktu itu saya ambil program master) juga gak sepadat kuliah profesi, cuma jumat dan sabtu. Lagi-lagi saya lahiran cuma sesaat sebelum ujian akhir, jadilah minggu ketiga setelah operasi caesar saya kembali ngampus. Seru juga kalo diinget-inget, tapi kalo sekarang disuruh kuliah lagi pas hamil mah ogaaah deh.. Jangankan kuliah, masak aja jarang banget. Kasian sih Pak Suami dikasih makan telur dadar sama tempe goreng terus, itu aja minta tolong si bibi yang masak.

Anyway, singkat kata hal-hal itulah (plus bawaan males yang emang udah ada sejak lahir :p) yang bikin saya lama gak isi blog. Alhamdulillah saat ini usia kandungan udah mendekati minggu ke 18, badan udah mulai fit dan jarang mual, walaupun kadang masih suka lemes juga. Semoga kedepannya males saya ilang dan semangat mulai ada buat cerita-cerita lagi disini yaah.

continue reading Akhirnyaaaa...