Thursday, December 10, 2015

Spaghetti Tumis Smoked Chicken.. Super Simpel!

Bismillah

Akhir-akhir ini cuaca Bekasi lagi mendukung banget. Iya, mendukung banget buat leyeh-leyeh karena hampir tiap hari turun hujan atau seengaknya mendung dingin-dingin enyak gitu. Walhasil, kadang (eh, seringnya) saya keterusan tidur pas ngelonin anak-anak tidur siang dan akibatnya telat masak buat makan malam. Spaghetti tumis ini adalah salah satu menu andalan saya kalau kepepet gak sempet masak, gak sempet belanja, atau lagi males masak karena bikinnya cepet, plus bahan-bahannya bisa disesuaikan dengan persediaan di kulkas. Misalnya, pastanya bisa diganti dengan fettuccine atau penne, dan proteinnya bisa diganti dengan smoked beef, tuna, atau dada ayam yang dipotong dadu. Kadang saya juga menambahkan sayuran seperti misalnya horenso agar lebih bergizi.



Spaghetti Tumis Smoked Chicken

Bahan:
250 gram spaghetti
5 atau 6 keping smoked chicken (saya pakai merk fiesta), potong dadu
3 siung bawang putih, parut atau cincang
1 buah bawang Bombay, potong-potong
2 sdt oregano kering
3 atau 4 buah cabai rawit merah, iris-iris
1 ½ sdt garam
Kaldu bubuk (optional)

Cara Memasak:
  1. Rebus spaghetti sampai al dente, jangan lupa beri garam pada air rebusan. Tiriskan dan beri sedikit minyak, aduk. Sisihkan.
  2. Tumis bawang putih dan smoked chicken, masukkan oregano, garam, dan kaldu bubuk (optional), tumis sampai matang. Terakhir, masukkan bawang bombay lalu tumis sebentar.
  3.  Masukkan spaghetti. Aduk rata sampai tercampur sempurna dengan bumbu. Cicipi dan koreksi rasa. Angkat dan sajikan. 
continue reading Spaghetti Tumis Smoked Chicken.. Super Simpel!

Apple Crumble Pie

Bismillah…

Sebelum saya ketemu resep ini (yang berarti sampai beberapa hari yang lalu sih hahaha), pie adalah salah satu momok buat saya. Gak pernah tuh saya tertarik saat lihat berbagai resep pie berseliweran. Entah itu pie buah, pie susu, pie coklat, quiche, atau apapun yang memerlukan adonan kulit pie untuk pinggirannya. Tertarik sih, tapi udah keburu takut duluan kalau ngebayangin hasil jadi kulit pie yang biasanya berakhir dengan tekstur padat dan keras. Bikin ilfil kan yaa, meski sebenernya filling pienya enak.


Karena itulah, saat saya (akhirnya) memutuskan untuk sekali lagi mencoba peruntungan saya dengan si pie ini, saya agak-agak pasrah. Apalagi saat membuat adonan, kok kelihatannya adonannya terlalu lembek dan lengket di tangan. Makin pesimis lah saya. Eh tapi ternyata saat digilas, ternyata si adonan lentur dan gampang dibentuk, gak seperti biasanya yang suka pecah (belakangan saya tahu, ternyata adonan pecah saat digilas itu karena kurang cairan. Hadeeeh.). Dan setelah dipanggang, voila! Ternyata flaky dan gak keras, bentuk dan warnanya pun cantik. Langsung deh, rencana bikin berbagai pie berterbangan di kepala saya. Semoga bukan beginner’s luck yaaahh…


Resep kulit pie saya ambil dari blognya Smitten Kitchen. Alasan saya pilih resep ini karena:
  1. Resepnya menggunakan full butter tanpa shortening. Karena saya gak punya dan gak suka after taste dari shortening.
  2. Jumlah butter yang digunakan pas banget dengan satu blok butter yang biasa dijual di supermarket, jadi gak pake timbang-timbang dan gak bingung ngabisin sisanya.
  3. Proses pembuatannya manual dengan tangan tanpa food processor. Karena food processor saya kecil dan gak muat kalau dipakai ngadon kulit pie.
  4. Gambarnya cantiiik dan kelihatan flaky banget. Ini sih sebenernya yang jadi alasan utamanya, walaupun gak yakin juga jadinya bakal sama kayak di gambar hehe.
Selain resepnya, bisa juga dilihat step cara menggilas adonan dan memindahkannya ke loyang pie disini.

Untuk isian, saya udah lama kepingin buat pie yang ada crumble toppingnya. Dan berhubung tujuan dari pembuatan pie ini adalah buat buka puasa pak suami yang suka rasa rempah, jadi dipilihlah yang citarasanya dominan kayu manis. Resepnya saya ikutin plek ketiplek dari Sally's Baking Addiction, salah satu blog dessert favorit saya. Kecuali penggunaan kacang-kacangannya yang saya ganti dengan almond.

Yang saya suka dari resep isian pie ini terutama crumble toppingnya yang menurut saya passs kombinasi rasanya dan ada campuran almond yang bikin teksturnya jadi menarik.






continue reading Apple Crumble Pie

Monday, November 16, 2015

Ayam Bumbu Hoisin (General Tso's Chicken)

Bismillah

Ini salah satu resep olahan ayam favorit saya. Awalnya nggak sengaja nyoba resep ini. dulu waktu saya baru-baru tinggal di rumah sendiri, suka bingung mau masak apa. Setelah browsing sana-sini dan tetep bingung, akhirnya saya cap cip cup aja milih resep yang paling gampang. Karena udah lama, saya udah nggak nyimpen lagi link website dari resep yang saya pakai. 

Resep ini aslinya berjudul General Tso's Chicken. Gak ngerti juga kenapa dinamain begitu. Apa mungkin ayam yang dimasak adalah ayamnya sang jenderal, atau yang masak ayam namanya Jenderal Tso. Halah ngelantur. Yang pasti menurut beberapa artikel di internet, masakan ini cukup populer dan umumnya disajikan di restoran-restoran China di Amerika. Rasanya menurut saya unik (dan enak juga pastinya), perpaduan antara manis, gurih, dan pedas, ditambah wangi minyak wijen dan saus hoisin yang menggugah selera. Resep menggunakan fillet dada ayam yang dipotong dadu, tapi saya lebih suka menggunakan fillet paha ayam karena lebih empuk dan juicy. Penampakan di resep asli udah tentu lebih menarik daripada penampakan di foto saya dibawah ini (maklum gak punya ilmu food photography), tapi soal rasa mah beneran enak.



Ayam Bumbu Hoisin (General Tso's Chicken)

Bahan:
½ kg fillet paha ayam, potong dadu
½ sdt lada hitam bubuk
1 sdm kecap asin (soy sauce)
6 siung bawang putih cincang
1 sdt jahe parut
6 buah cabe rawit merah, sayat  sedikit
2 batang daun bawang, potong-potong 1 cm
Tepung maizena untuk melapisi ayam

Saus, campur dalam mangkuk:
2 sdm kecap asin (soy sauce)
2 sdm cuka
4 sdm saus hoisin
6 sdt saus sriracha (saya pakai saus sambal merk belibis)
6 sdm minyak wijen
6 sdm gula putih
3 sdm tepung maizena

Cara Memasak:
1. Campur ayam, lada hitam, dan kecap asin dalam mangkuk, diamkan 15 menit.
2. Balut ayam yang telah dibumbui dengan tepung maizena, goreng sampai berwarna keemasan. Angkat dan sisihkan.
3. Tumis bawang putih, jahe, dan cabe, lalu tuang campuran saus, aduk sampai mengental.
4. Masukkan fillet ayam yang telah digoreng, aduk sampai bumbu meresap, masukkan potongan daun bawang. Aduk sebentar. Angkat.




continue reading Ayam Bumbu Hoisin (General Tso's Chicken)

Saturday, November 14, 2015

Cheese Cake Brownies

Bismillah

Resep brownies ini adalah resep cheese cake brownies kedua yang saya coba. Dulu sekali pernah juga coba resep yang lain, enak sih dan super fudgy tapi kayaknya terlalu berkalori (butternya banyaaak). Pas ketemu resep ini di blog Catatan Nina, saya lihat jumlah butternya nggak terlalu 'heboh' tapi penampakannya menggiurkan banget. Akhirnya saya coba, dan ternyata sukses menjadi brownies favorit suami, mama, dan adik-adik saya. Apalagi setelah dibiarkan menginap semalaman, makin mantap lah rasanya, fudgy, nyoklat, dan ngeju banget. Kok bisa nyoklat plus ngeju banget secara bersamaan? Iya soalnya penggunaan cream cheese untuk adonan cheese cake nya cukup banyak, jadi rasa coklat dan kejunya sama-sama menonjol. Pokoknya pantas dicoba deh..



Cheese Cake Brownies
(dari blog Catatan Nina, resep asli milik David Lebowitz)

Bahan:
85 gr butter, potong dadu kecil 
115 gr coklat masak pekat (DCC) 
120 gr gula pasir, blender hingga halus (saya pakai gula pasir biasa, tidak diblender)
2 buah telur ukuran besar 
70 gr tepung terigu 
10 gr coklat bubuk 
1 sdt vanilla 
70 gr chocochips (saya skip)
250 gr cream cheese, suhu ruang 
50 gr gula pasir halus (saya pakai gula pasir biasa)
1 kuning telur 

Cara Membuat : 
1. Panaskan oven 180'C. Siapkan loyang 18x18x4 cm atau 20x20x4 cm, oles margarin dan alasi     
    kertas roti hingga ke sisi-sisinya. Sisihkan. 
2. Lelehkan butter dan DCC dengan menggunakan api kecil, aduk perlahan hingga leleh seluruhnya. 
    Angkat dari api. 
3. Masukkan 120 gr gula dan telur. Kocok dengan mixer speed rendah sebentar saja atau bisa 
    menggunakan hand whisker.  
4. Campur dan ayak tepung terigu dan coklat bubuk, kemudian masukkan ke dalam adonan. 
    Masukkan pula vanilla dan chocochips. Aduk rata. 
5. Tuang adonan ke dalam loyang. Sisihkan. 
6. Dalam suatu wadah, campur dan kocok cream cheese, 50 gr gula dan kuning telur hingga lembut. 
7. Sendokkan adonan cream cheese di atas adonan brownies. Buat motif marble bila suka (pakai 
    sumpit atau garpu ya). 
8. Panggang selama kurang lebih 35-40 menit hingga matang. Ketika masih panas, adonan cream 
    cheese akan terasa basah, nanti akan set setelah dingin. 
9. Setelah dingin, potong-potong dan siap dihidangkan.







continue reading Cheese Cake Brownies

Obsesi Terbaru: Berkebun Herbs

Bismillah

Sejak SMA, saya hobi banget nonton channel-channel tv kabel yang isinya kuliner dan masak-memasak. Yah walaupun akhirnya paling mentok cuma sampe niat dan angan-angan buat nyoba resepnya, tapi saya selalu mantengin shownya para chef kayak Jamie Oliver, Anna Olson, Kylie Kwong, Siba Matongana, Michael Smith, dan lain-lain. Salah satu yang bikin saya ngileeer banget (selain perangkat dapurnya tentu saja hehe), adalah mereka punya pot-pot tanaman di dapurnya yang berisi berbagai herb (tanaman bumbu) untuk digunakan dalam masakan mereka. Jadi kalau mereka butuh rosemary, thyme, atau oregano misalnya, tinggal metik aja tuh dari pot yang ditaruh di dapurnya. Saat itu saya terpana sekali dan timbullah cita-cita terpendam suatu saat pingin punya tanaman herb dirumah. Cita-cita yang gak penting ya? Hahaha biarin deh…

Daaan sampailah saya pada saat dimana adik ipar saya bilang bahwa salah satu temannya punya usaha agrikultur dan menjual segala macam tanaman herbs, langsunglah kami kalap dan pesan berbagai macam tanaman yang biasa ada di dapur para celebrity chef tersebut. Karena lokasi penjual ada di daerah Bandung dan sang ipar waktu itu kebetulan ada acara di sana, jadilah ia langsung mengambil tanaman pesanan dari tempat penjualnya.

Singkat cerita, kami yang sama-sama buta tentang tanaman plus saya yang terindikasi memiliki “black thumb”, nekad dan bertekad kali ini usaha berkebun kami harussss sukses. Kami membeli thyme, rosemary, cilantro, mint, peppermint, parsley, dan stevia. Pada saat tanaman sampai di Jakarta cilantro dan stevia kelihatan agak layu, mungkin efek berada di mobil agak lama selama perjalanan Bandung-Jakarta.



Lalu apakah tanaman-tanaman ini akan betah dan hidup subur bersama kami? Kita lihat aja… =)
continue reading Obsesi Terbaru: Berkebun Herbs

Cooking Class di Domino's Pizza

Minggu lalu, sekolah Ziya mengadakan cooking class di Domino's Pizza. Anaknya super semangat sampai-sampai dari seminggu sebelum hari H semua orang udah dikasih tahu kalo dia mau bikin pizza bareng  Bu Guru dan temen-temennya. Setiaaaap malam pasti nanya, "Ma, besok mas Ziya mau bikin pizza sama Bu Guru ya?". Begitu terus sampai (akhirnya) tibalah hari yang ditunggu-tunggu. 

Pagi-pagi sekali si anak udah bangun, ritual pakai baju sendiri yang biasanya lama banget karena disambi main atau leyeh-leyeh kali ini selesai kurang dari 5 menit (iya, biasanya bisa sampai 20 menit). Jam setengah 7 udah ribut minta berangkat sekolah, padahal biasanya jam 8 kurang 5 menit baru mau jalan *ini faktor mamanya juga sih yang sukanya mepet hahaha*.

Sampai di sekolah, anak-anak langsung berbaris dan berangkat ke Domino's terdekat naik mobil sekolah.


Pizza yang dibuat anak-anak boleh dibawa pulang. Sampai dirumah, Ziya langsung minta pizzanya dipotong-potong dan dibagi-bagi untuk Mama, Ayah, Aju, Uti, sampai Tante dan Omnya. Kotak kardus bekas pizzanya nggak boleh dibuang, nanti kalau bikin pizza mau dibungkus lagi pake kardusnya, katanya. -_-

Intinya, dari foto-foto yang dikirim oleh para Mama Koordinator Kelas kelihatan anak-anak kayaknya senang sekali. 



Ziya ini kalo diperhatiin ternyata hampir di semua foto gayanya mengepalkan tangan. Pas saya tanya kenapa, katanya kayak Optimus Prime, si robot jagoan di film Transformers. Haissssh, korban kartun sekali anak sayaaah...




continue reading Cooking Class di Domino's Pizza

Sunday, November 8, 2015

My Kind of Burger (with homemade burger patty)

Bismillah

Saya ini bisa dibilang cukup jarang bikin masakan yang menggunakan daging sapi. Salah satu alasannya karena waktu yang dibutuhkan untuk masak daging relatif lebih lama dibandingkan dengan masakan yang berbahan dasar ikan atau ayam. Biasanya ide mau masak apa baru muncul siang menjelang sore hari, nah udah nggak sempet dong kalau harus masak daging yg umumnya harus diolah lebih lama supaya terasa empuk dan nggak keras.

Tapiii ada juga waktu-waktu dimana jiwa karnivor saya mencuat dan rasanya kepingin banget makan daging. Kalau udah begitu biasanya burger ini yang jadi andalan saya. Supaya bisa jadi makanan utama alias kenyang dan nggak perlu makan nasi lagi setelahnya (ups), saya biasanya menambahkan telur ceplok di burger saya, plus keju juga. Nah. 

Resep ini menghasilkan sekitar lima atau enam patty, tergantung seberapa besar patty yang diinginkan. Saya biasanya menimbang adonan patty masing-masing 100 gram, lalu saya bentuk menjadi lingkaran pipih yang sedikit lebih besar dari ukuran roti burgernya, karena saat dipanggang patty akan menyusut. 

Burger patty ini dapat dibekukan dalam keadaan mentah, namun jangan lupa untuk melapisi masing-masing patty dengan plastik agar setelah dibekukan mudah diambil satu persatu dan tidak saling menempel. Saat ingin digunakan, keluarkan patty dari freezer, diamkan sampai tidak membeku dan suhunya kurang lebih sama dengan suhu ruang. Lalu burger patty siap dipanggang.

Untuk variasi, bisa juga disisipkan keju mozzarella yang dipotong tipis ke tengah adonan daging. Keju akan meleleh saat burger dibelah sehingga ada sensasi gimanaaa gitu yang bikin tambah ngiler. ^_^



Burger Patty

Bahan Patty:
500 gr daging giling
2 sdm munjung bread crumb (tepung roti kasar/tepung panko)
½ bawang Bombay besar, rajang
3 siung bawang putih, rajang atau parut
4 sdt saus tiram
½ sdt lada hitam bubuk
3 sdt minyak zaitun atau minyak masak
1½ sdt kecap inggris
½ sdt garam
2 sdt oregano kering
Kaldu sapi bubuk sesuai selera (optional)

Bahan Pelengkap (sesuaikan dengan selera):
Roti burger
Saus tomat
Saus sambal
Keju lembaran
Mayonnaise
Acar (pickles)
Telur Ceplok
Mustard

Cara Memasak:
1. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum,
2. Campur tumisan bawang dengan semua bahan patty lainnya, remas dengan menggunakan
    tangan sampai tercampur rata. Cicipi dengan cara ambil sejumput adonan, lalu panggang di
    wajan anti lengket.
3. Jika rasa sudah pas, timbang masing-masing 100 gram, atau bagi menjadi lima atau enam bagian
    sama besar, tergantung seberapa besar burger patty yang diinginkan.
4. Bentuk adonan menjadi lingkaran pipih
5. Panggang menggunakan wajan anti lengket tanpa menggunakan minyak sampai matang.
6. Susun burger patty dan roti burger, tambahkan bahan pelengkap sesuai selera.

continue reading My Kind of Burger (with homemade burger patty)

Fettuccine Alfredo

Jenis pasta yang digunakan bisa divariasikan, misalnya diganti dengan spaghetti, penne, atau jenis lainnya.




Fettuccine Alfredo

Bahan:
500 gram pasta fettuccine atau pasta lainnya
1 buah bawang bombay besar, Rajang
3 siung bawang putih, Rajang
250 gram jamur champignon, iris-iris
250 ml susu UHT plain
500 ml krim masak (cooking cream)
75 gram keju (cheddar atau parmesan), parut
10 lembar daging asap, iris
1 sdt kaldu sapi bubuk
Garam

Cara memasak:
1.     Rebus fettuccine atau pasta lainnya, tambahkan garam pada saat merebus. Tiriskan dan beri sedikit minyak lalu aduk agar pasta tidak lengket satu sama lain. Sisihkan.
2.     Tumis bawang putih dengan sedikit minyak sampai harum, masukkan jamur dan daging asap. Tumis sampai jamur layu.
3.     Masukkan bawang bombay, susu UHT dan keju, masak sampai keju larut lalu masukkan krim masak, garam, dan kaldu sapi bubuk. Masak sampai mendidih, matikan api.
4.     Sajikan fettuccine atau pasta lainnya bersama dengan saus alfredo.
continue reading Fettuccine Alfredo

Gulai Ayam Pedas

Resep ini menghasilkan tipe gulai yang pedas dan berwarna merah, seperti gulai yang biasa disajikan di rumah makan Padang. Selain ayam, saya biasa menggunakan ikan patin, atau bisa juga menggunakan ikan kakap atau kepala kakap. Pokoknya disesuaikan aja ya sama selera masing-masing.

Gulai Ayam Pedas

Bahan:
2 ekor ayam pejantan, masing-masing dipotong menjadi empat bagian
Air asam jawa
10 lembar daun jeruk
4 batang sereh
2 lembar daun kunyit
2 bungkus kecil santan siap pakai
Kaldu bubuk sesuai selera
Garam
Air

Bumbu yang dihaluskan:
15 buah cabai merah keriting
5 buah cabai rawit merah
8 siung bawang merah
8 siung bawang putih
8 butir kemiri
2 ruas jari kunyit
1 ruas jari jahe
1 ruas jari lengkuas
2 sdt ketumbar

Cara memasak:
1. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun jeruk, sereh, dan daun kunyit.
2. Masukkan ayam, tumis sampai setengah matang.
3. Tambahkan air, didihkan. Tambahkan garam, kaldu bubuk, air asam jawa dan santan.
4. Masak sampai kuah agak mengental dan ayam matang dengan sempurna.
continue reading Gulai Ayam Pedas

Udang Bakar Madu

Bismillah..

Yak mari kita mulai kegiatan blogging ini dengan postingan menu udang favorit suami saya (dan saya juga sih pastinya ;p)

Untuk resep udang bakar madu ini, sebaiknya gunakan udang yang ukurannya sedang atau besar agar hasil akhirnya lembut dan juicy.

Bahan:
12 ekor udang ukuran sedang atau besar, buang kepalanya, sayat dan bersihkan urat punggungnya
3 siung bawang putih, haluskan
2 sdm saus sambal (saya pakai merk belibis)
3 sdm madu
1 sdt garam
Kaldu bubuk sesuai selera (optional)
4 buah tusuk sate

Cara memasak:
1. Goreng udang setengah matang, angkat dan tiriskan
2. Tumis bawang putih dengan sedikit minyak, masukkan madu, saus sambal, garam dan kaldu bubuk. Masukkan udang yang telah digoreng, dan tumis sampai bumbu mengental dan melekat pada udang. Angkat dan dinginkan, biarkan bumbu meresap.
3. Tusuk udang menggunakan tusuk sate, bakar di panggangan sampai matang sambil sesekali dioles     bumbu tumisan.

continue reading Udang Bakar Madu